tidak ada sehelai daunpun yang gugur melainkan allah
Daunini disebut dalam surah al-An'am ayat 59, "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)."
BerimanKepada yang Ghaib. November 11, 2011 In Khutbah Jumat Pilihan, Pondasi Agama. " Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh
Dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula) (Al An'aam:59) Mungkinkah alam sedang memurnikan diri? Pandemi Covid-19 tidak saja membuat para pemimpin dunia sibuk menjaga kesehatan rakyat dan perekonomian negara. Juga menjadi ajang para ahli untuk menyumbangkan pemikirannya.
Mein Mann Flirtet In Meiner Gegenwart. Oleh Ahmad Hadian Ketua DPD PKS Kab. Batu Bara – Sumatera Utara Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula, dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata Lauh Mahfuzh. al An’am 59 Ma’ashirol Muslimin Rahimakumullah, Pernahkah kita menyempatkan diri menghitung berapa helai daun yang jatuh dari pohon di halaman rumah kita? Ini mungkin terkesan sepele, sama sepelenya dengan arti sehelai daun dalam pandangan kita. Apa pentingnya bertanya seperti itu, dan sejauh apa pentingnya daun-daun pepohonan bagi kita? Di situlah masalahnya. Kita umumnya cenderung mengabaikan hal-hal yang kecil. Pohon rambutan di halaman rumah kita, misalnya, yang selalu kita perhatikan adalah sudahkah tumbuh bunganya ? Buahnya sudah masak atau belum, dan sebagainya. Sedangkan berapa helai daunnya yang jatuh, kita tentu tak pernah menghitungnya? Namun, tidak demikian halnya dengan Allah SWT. Dalam surat Al-An’aam 59 dikatakan, Dia mengetahui setiap helai daun yang jatuh wama tasquthu min waraqatin illaa ya’lamuha. Bayangkan, setiap helai daun Allah ketahui dengan pasti. Apa makna dari perbuatan Tuhan ini? Buat apa Tuhan menghitungi daun-daun? Apa Tuhan tidak ada kerjaan sehingga sempat-sempatnya melakukan sesuatu yang menurut pandangan kita sangat sepele itu? Makna ayat ini adalah tamsil, ini bukanlah bahwa Tuhan kurang kerjaan, tetapi bahwa apa-apa yang kita melalaikannya, Dia justru memperhatikannya. Hal-hal yang dalam pandangan kita kecil, sepele, bagi Dia tetap memiliki nilai dan arti. Pesan pentingnya adalah, jika yang kita anggap sepele saja Dia perhatikan, apatah lagi hal-hal yang kita anggap penting. Jika yang kecil-kecil saja tidak pernah lepas dari penglihatan Dia, apalagi yang besar-besar. Jika sesuatu yang seremeh helai daun saja Dia perhatikan, apalagi manusia dan semua perbuatannya, karena manusia tentu saja jauh lebih penting daripada sekadar helai daun. Dalam pandangan Allah, semua adalah penting, semua bermakna. Seluruh benda hidup dan benda mati menjadi urusan bagi Dia, tak ada kecuali barang satu dan sedikit pun. Begitu pula atas segala perbuatan manusia di dunia ini, baik amal yang kecil maupun yang besar, yang sedikit maupun yang banyak. Dalam surat Az-Zalzalah 7-8 dikatakan, setiap perbuatan manusia, entah yang baik atau buruk, meski sebiji zarrah mitsqal dzarratin akan tetap dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Orang-orang solih di masa lalu mengerti benar ajaran ini, dan mereka mengim-plementasikannya dalam setiap gerak kehidupan. Sheikh Idris –ayahanda Imam Syafi’i– misalnya, rela berjalan menyusuri ke hulu sungai, hanya untuk mencari pemilik dari sebuah delima yang terbawa arus sungai dan ia telah menyantapnya, itu dilakukannya untuk minta kehalalan. Sayang sekali, makna ataupun ajaran terdalam yang tersirat dari surat Al-An’aam 59 itu, yakni tentang kontrol moral, sekarang ini justru telah tercampakkan jauh-jauh dari arena kehidupan kita. Kita seringkali tidak menyadari atau pura-pura tidak sadar atau bahkan berani melawan kesadaran, bahwa Allah maha menatap apapun yang kita kerjakan dalam kehidupan ini. Buktinya adalah kita selalu saja berani melakukan maksiat-maksiat terutama maksiat yang merupakan dosa kecil yang kita anggap sepele. Kita selalu beranggapan bahwa setelah melakukan hal itu toh kita bisa bertaubat. Saudaraku, kata rasulullah saw, perumpamaan orang yang melakukan dosa kecil itu adalah seperti seseorang yang mengumpulkan ranting kayu untuk dibuat api unggun, semakin lama semakin menumpuk ranting tersebut. Maka manakala sudah menumpuk kemudian ia membakarnya, maka timbullah api yang besar yang akan mampu membakar segala sesuatu yang ada disekelilingnya. Demikian pula dosa-dosa kecil itu, jika terus kita kumpulkan, maka kita akan semakin asyik dengannya dan semakin lupa untuk kembali ke jalan yang benar, akhirnya dosa besar pun mulai kita lakukan, kemudian kita tersesat semakin jauh dan sulit untuk kembali. Na’udzu billah min dzalik. Lebih dari itu saudaraku, dosa kecil itu ibarat butiran pasir yang terselip disela-sela jari kaki. Seorang pendaki gunung contohnya, akan sangat siap menghadapi ganasnya medan dengan mempersiapkan segala sesuatu berupa perlengkapan pendakian. Mereka telah menyiapkan sepatu bertapak khusus untuk mengantisipasi licinnya lereng yang terjal, mereka juga telah siap dengan tali temali sebagai alat bantu keselamatan. Lalu ada ransel besar yang mereka bawa berisi pakaian tebal anti cuaca dingin dan tidak lupa pula tentunya bahan makanan sebagai persediaan, dan alat-alat kelengkapan lainnya. Tetapi ternyata saudaraku, mereka selalu saja tidak siap menghadapi sebutir pasir yang menyelinap masuk kedalam kaus kakinya, lalu terselip di antara jari kakinya, kemudian ia mengakibatkan lecet yang semakin lama semakin mengganggu, bahkan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan sangat mungkin menyebabkan kecelakaan yang fatal. Nah saudaraku kaum Muslimin rahimakumullah, kita selalu siap dan hati-hati sekali menghindari kesalahan-kesalahan besar dalam hidup ini, tetapi kita seringnya justru tergelincir karena kesalahan yang kecil. Maka mulai sekarang waspadalah kita terhadap segala bentuk penyimpangan dan dosa, sebab sekecil apapun dosa itu, Allah melihatnya dan mencatatnya. Kalau Allah begitu mengenali kesalahan-kesalahan kecil manusia, apatah lagi kesalahan-kesalahan besar yang kita kerap lakukan ?? Budaya korupsi yang begitu mengakar dalam diri bangsa ini misalnya, kebiasaan Risywah sogok menyogok yang sudah menjadi syarat bagi mendapatkan segala sesuatu sudah sedemikian menjadi-jadi dan sebuah kelaziman, itu semua sesungguhnya berpangkal pada lemahnya kontrol moral kita sebagai manusia. Manusia ini memang cenderung selalu lebih takut kepada yang nampak saja, padahal yang nampak itu punya berbagai kelemahan dan hakikatnya tidak abadi. Sementara Allah yang nota bene tidak nampak itu tidak kita takuti, padahal kekuasaannya meliputi segala sesuatu dan Sang pemilik keabadian. Ketika seseorang takut kepada pengawasan makhluk, maka ia mencoba untuk mengakali kemampuan pengawasnya dan mungkin saja ia berhasil mengelabui sang pengawas itu. Tetapi siapapun orangnya yang mencoba mengakali Allah Sang Pengawas tertinggi itu, ketahuilah bahwa DIA adalah pencipta akal manusia, DIA akan tetap tahu apa yang kita lakukan bahkan apapun yang kita rencanakan. Wahai hamba-hamba Allah yang lemah, mari kita kuatkan kembali perasaan dan keyakinan akan Muroqobatullah perasaan senantiasa diawasi oleh Allah sebab hanya dengan begitu kita akan selamat dan terhindar dari perbuatan yang menyimpang. Akan tetapi saudaraku muslimin rahimakumullah, permasalahannya kemudian adalah bahwa untuk bisa memiliki sifat muroqobatullah itu tidaklah semudah merencanakannya. Untuk bisa memiliki perasaan senantiasa diawasi Allah swt itu tidak bisa ujug-ujug begitu saja, ini semua perlu upaya, perlu latihan yang diawali dengan pemahaman yang benar tentang hal ini. Al Ustadz Sa’id bin Muhammad Daib Hawwa Sa’id Hawwa dalam kitabnya “al Mustakhlash fii tazakiyyatil anfus” yang merupakan penyempurnaan dari kitab Ihya Ulumuddin nya Imam al Ghozali, mengemukakan tentang teori dan langkah-langkah memperbaiki diri. Itu semua ternyata harus dimulai dengan langkah-langkah penyucian jiwa Tazkiyyatun Nafs yang dimulai dari rajin bermuhasabah sebelum tidur yaitu merenungkan kembali perjalanan hidup yang telah kita lakukan seharian, jika kita menemukan dosa maka kita segera beristighfar, jika kita menemukan kebaikan kita bersyukur dan berdo’a agar esok pagi kita mampu mengulanginya dengan kebaikan yang lebih besar. Langkah berikutnya, memutaba’ah diri yaitu memberikan target-target amalan kepada diri sendiri seperti mentargetkan untuk tetap membaca qur’an sekian ayat dalam sehari, mentargetkan untuk berpuasa sunnah sekian hari setiap minggunya, qiyamul lail sekian kali dalam sepekan, mentargetkan harus bershodaqoh setiap hari meskipun kecil, mendawamkan sholat berjamaah dimasjid, selalu istighfar setiap waktu dan lain sebagainya. Kemudian setelah itu bermujahadah yaitu berusaha dengan sungguh-sungguh melawan kemalasan dalam melaksanakan target-target pribadi itu. Akhirnya langkah itu ditutup dengan Mulaazamatush sholihin bergaul senantiasa dengan orang-orang sholih yaitu menjaga pergaulan kita sehari-hari. Agar kita bisa istiqomah dalam kebaikan, terhindar dari dosa besar maupun kecil, maka kita wajib bergaul dengan orang-orang yang memang sudah berhasil bisa berubah, merubah dirinya dari kejahiliyahan menjadi orang yang memelihara diri dengan amalan sholihnya. Yakinlah saudaraku, bahwa pergaulan itu adalah pintu masuk. Manakala kita bergaul dengan para sholihin, insya Allah lambat laun kita akan menjadi sholih dan sebaliknya manakala kita berkawan dengan orang jahil, cepat atau lambat kita pun akan terikut menjadi jahil. Rasul saw pernah bersabda “al mar-u alaa diini kholilihi, falyanzhur ahadukum man yukhollil” = seseorang itu tergantung kepada agama sahabatnya, maka setiap kamu hendaklah berhati-hati dengan siapa kamu bersahabat. Saudaraku muslimin rahimakumullah. Dengan siapapun kita memang harus berkawan, kita memang harus bergaul. Tetapi yang dimaksud dengan pergaulan dalam hal ini adalah memilih sahabat, kawan akrab yang bisa menjadi tempat curhat. Teman yang bisa jadi kawan diskusi dan berbagi. Kalau bergaul secara sosial dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat, bergaulah sebagai mana mestinya, tak baik kita beda-bedakan mereka atas dasar apapun. Tetapi dalam memilih sahabat seperjalanan tentunya kita harus punya pilihan. Demikianlah mudah-mudahan bisa memberikan pencerahan dan semoga kita ditunjukan kejalan yang benar, dijumpakan dan dikumpulkan dengan kawan-kawan yang sholih dimana kita bisa belajar dan bersama-sama menjalani sisa hidup ini dengan selamat dibawah ridho Allah swt. Amiin allahumma amiin, aquluu qouli hadza wa astaghfirullaha liy walakum. Edisi Cetak No. 21/Thn-8/2008 4 Rabi’ul Akhir 1429 H This entry was posted on Jumat, April 25th, 2008 at 128 pm and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS feed. You can leave a response, or trackback from your own site. Navigasi pos Previous Post Next Post »
MENDATANGI DUKUN, DOSA BESAROleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-AtsariTermasuk iman kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala adalah beriman bahwa hanya Allâh Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui seluruh perkara ghaib. Allâh Azza wa Jalla berfirmanقُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ“Katakanlah, Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah..” [An-Naml/27 65]Kemudian terkadang Allâh Azza wa Jalla memberitahukan sebagian perkara ghaib itu kepada rasul yang Dia kehendaki lewat wahyu-Nya. Allâh Azza wa Jalla berfirmanعَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا ﴿٢٦﴾ إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا“Dia adalah Rabb Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga malaikat di muka dan di belakangnya“. [Al-Jinn/72 26-27]Yang dimaksud perkara ghaib yaitu perkara yang tidak dapat dijangkau oleh panca indra manusia. Lihat Alamus Sihr, hal 263, karya Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar.LIMA KUNCI PERKARA GHAIB Dan ada lima kunci perkara ghaib yang hanya diketahui oleh Allâh. Allâh Azza wa Jalla berfirmanوَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍDan pada sisi Allâh-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula, dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melaimkan tertulis dalam kitab yang nyata Lauh Mahfuzh. [Al-An’am/6 59]Syaikh Shâlih al-Fauzan hafizhahullâh menyatakan bahwa firman Allâh “Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri”, maka barangsiapa mengaku-ngaku mengetahui sesuatu darinya, dia telah kafir”. Syarah Aqidah Washitiyah, hlm 105; karya Syaikh Shâlih al-Fauzan; penerbit Darul AqidahLima kunci perkara ghaib ini dijelaskan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam di dalam haditsnya yang shahih, sebagai berikutعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌDari Abdullâh bin Umar, bahwa Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda Kunci-kunci semua yang ghaib ada lima, beliau membaca ayat, surat Luqman 34 Sesungguhnya Allâh, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan Allâh Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [HR. Al-Bukhari, no 4627]Syaikh Shâlih al-Fauzan hafizhahullah menyatakan, “Maka barangsiapa mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib dengan sarana apa saja –selain yang dikecualikan oleh Allâh kepada para rasul-Nya lewat wahyu-Nya- maka dia pendusta, kafir. Baik hal itu dengan sarana membaca telapak tangan, gelas, perdukunan, sihir, perbintangan/zodiak, atau lainnya”. [Lihat Kitab at-Tauhid, hlm. 30, karya Syeikh Shâlih al-Fauzan, penerbit Darul Qosim, cet 2, th 1421 H / 2000 M]Beliau juga berkata “Maka barangsiapa mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib atau membenarkan orang yang mengaku-ngaku hal itu, maka dia musyrik, kafir. Karena dia mengaku-ngaku menyekutui Allâh dalam perkara yang termasuk kekhususan-kekhusuanNya”. Lihat Kitab at-Tauhid, hlm. 31, karya Syeikh Shâlih al-Fauzan, penerbit Darul QosimLARANGAN MENDATANGI DUKUN! Karena yang mengetahui perkara ghaib hanya Allâh, maka syari’at Islam melarang umatnya mendatangi dukun. Yang dimaksudkan dukun di sini adalah yang bahasa arabnya adalah kâhin atau arrâf. Yaitu orang yang mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib, apa yang akan terjadi, tempat barang hilang, pencuri barang, isi hati orang, dan semacamnya. Walaupun di masyarakat dikenal dengan sebutan kyai, orang pintar, orang tua, atau Al-Khaththâbi rahimahullah berkata, “Arrâf adalah orang yang mengaku mengetahui tempat barang yang dicuri, tempat barang hilang, dan semacamnya”. Syarah Nawawi, 7/392Mendatangi dukun seperti ini haram hukumnya. Barangsiapa mendatanginya dan bertanya kepadanya, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima oleh Allâh Azza wa Jalla. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaمَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةًBarangsiapa mendatangi arrâf lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, tidak akan diterima darinya shalat 40 hari. [HR. Muslim, no 2230]Maksud “tidak akan diterima darinya shalat 40 hari”, yaitu tidak ada pahala baginya, walaupun shalatnya sah di dalam menggugurkan kewajibannya, dan dia tidak harus hadits lain, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaمَنْ أَتَى حَائِضًا أَوْ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Barangsiapa mendatangi yakni menggauli/mengumpuli wanita haidh atau mendatangi yakni menggauli/mengumpuli wanita pada duburnya atau mendatangi kâhin dukun, maka dia telah kafir kepada al-Qur’an yang telah diturunkan kepada Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam“. [HR. Tirmidzi; Abu Dawud; dll]Kafir di sini maksudnya kafir kecil yang tidak mengeluarkan dari Islam, dengan dalil shalatnya tidak diterima 40 hari. Karena seandainya kafir besar yang mengeluarkan dari Islam, maka shalatnya seumur hidupnya tidak diterima, wallâhu a’ Muhammad bin Shâlih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa bertanya kepada arrâf dukun dan semacamnya ada beberapa macamSekedar bertanya saja. Ini hukumnya haram. Berdasarkan hadits “Barangsiapa mendatangi arrâf…”. Penetapan hukuman terhadap pertanyaannya menunjukkan terhadap keharamannya. Karena tidak ada hukuman kecuali terhadap perkara yang kepada dukun, meyakininya, dan menganggap benar perkataannya. Ini kekafiran, karena pembenarannya terhadap dukun tentang pengetahuan ghaib, berarti mendustakan terhadap Al-Qur’ kepada dukun untuk mengujinya, apakah dia orang yang benar atau pendusta, bukan untuk mengambil perkataannya. Maka ini tidak mengapa, dan tidak termasuk larangan dalam hadits di atas. Karena Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah bertanya kepada Ibnu Shayyad untuk kepada dukun untuk menampakkan kelemahan dan kedustaannya. Ini terkadang hukumnya wajib atau dituntut. [Diringkas dari Al-Qaulul Mufid ala Kitab at-Tauhid 2/49, karya Syeikh al-Utsaimin, penerbit Darul Ashimah, cet 1, th 1415 H]PERKATAAN DUKUN TERKADANG BENAR? Telah nyata larangan agama Islam, tetapi mengapa banyak orang yang percaya terhadap perkataan dukun? Ternyata sebagian manusia itu terpedaya dengan sebab perkataan dukun itu terkadang sesuai dengan sebagian dukun itu meminta pertolongan kepada jin untuk mengetahui pencuri, tempat barang hilang, dan sebagainya. Jin-jin itu juga memberitahukan bahwa Fulan akan datang hari ini atau besok, bahwa Fulan datang dengan keperluan ini atau itu, dan kâhin berkata benar, dalam perkara yang akan terjadi, maka itu adalah satu kalimat dari jin hasil copetan dari dukun mengucapkan kalimat-kalimat umum yang bisa ditafsirkan dengan semua kejadian. Atau mereka bersandar kepada pengalaman dan kebiasaan, atau persangkaan. Namun sesungguhnya kebenaran dari perkataan dukun itu sangat sedikit dibandingkan dengan ini juga disebutkan di dalam hadits-hadits shahih yang lain, antara lain sebagai berikutعَنْ عُرْوَةَ يَقُولُ قَالَتْ عَائِشَةُ سَأَلَ أُنَاسٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْكُهَّانِ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسُوا بِشَيْءٍ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ أَحْيَانًا الشَّيْءَ يَكُونُ حَقًّا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ الْكَلِمَةُ مِنْ الْجِنِّ يَخْطَفُهَا الْجِنِّيُّ فَيَقُرُّهَا فِي أُذُنِ وَلِيِّهِ قَرَّ الدَّجَاجَةِ فَيَخْلِطُونَ فِيهَا أَكْثَرَ مِنْ مِائَةِ كَذْبَةٍ Dari Urwah, dia mengatakan Aisyah berkata “Orang-orang bertanya kepada Rasulûllâh Shallallahu alaihi wa sallam tentang para kahin, maka Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada mereka “Mereka tidak benar/batil”. Para Sahabat mengatakan “Wahai Rasûlullâh, sesungguhnya para kahin itu terkadang menceritakan sesuatu yang menjadi kenyataan”. Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Itu adalah satu kalimat dari jin, jin mencopet kalimat itu lalu membisikkannya pada telinga wali kekasihnya seperti berkoteknya ayam. Kemudian para kahin itu mencampur pada kalimat itu lebih dari seratus kedustaan”. [HR. Muslim, no. 2228]Dari penjelasan ini kita mengetahui bahaya perdukunan, semoga Allâh selalu menjaga kita dari kesesatan-kesesatan. Aamîn. Wallâhu al-Musta’an.[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun XXI/1439H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
“Dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula Al An’aam59 Mungkinkah alam sedang memurnikan diri? Pandemi Covid-19 tidak saja membuat para pemimpin dunia sibuk menjaga kesehatan rakyat dan perekonomian negara. Juga menjadi ajang para ahli untuk menyumbangkan pemikirannya. Ada pendapat yang nyleneh, juga banyak pakar yang tetap on the track sewaktu berkomentar. Termasuk pendapat bahwa pandemi Covid-19 merupakan cara bumi memurnikan diri. Semacam me time kali ya? Apa saja yang dilakukan bumi kala me time? Nonton drama Korea? D Ternyata jawabannya tidak sesederhana seakan berhenti. Untuk memperlambat penularan virus, penduduk dunia menghabiskan waktu di rumah. Pabrik-pabrik tutup. Maskapai penerbangan berhenti beroperasi, juga sebagian besar penghasil emisi karbon heran, gambar satelit menunjukkan adanya penurunan tingkat polusi di Tiongkok dan Italia. Penurunan emisi karbon hingga lima persen yang baru terjadi sejak akhir Perang Dunia II. Namun, dikutip dari Science Media Center, Chris Hilson, direktur Reading Centre for Climate and Justice, University of Reading mengatakan "Penurunan emisi akibat penutupan industri dan transportasi telah terjadi di mana-mana. Namun, menurut saya, ini sifatnya hanya sementara, satu kali." Pertimbangannya, emisi karbon mengalami pengurangan akibat keadaan luar biasa, bukan karena perubahan struktural. Sehingga perubahan ini tidak akan berlangsung lama, akan kembali seperti sebelum pandemi Covid-19. Penjelasan tersebut diperkuat Seaver Wang, seorang analis iklim dan energi dari Breakthrough Institute, dilansir dari situs resminya "Perlambatan ekonomi global di masa lalu menghasilkan pengurangan emisi yang hanya sementara. Setelah ekonomi membaik, tingkat emisi akan naik kembali.” Lebih lanjut Breakthrough Institute memproyeksikan penurunan emisi CO2 global sekitar 0,5 hingga 2,2 persen sebagai respons terhadap pandemi Covid-19. Namun angka tersebut belum cukup untuk mencapai target Perjanjian Paris. Laporan PBB November lalu menyatakan bahwa agar tujuan Perjanjian Paris terwujud, emisi harus turun 7,6 persen per tahun, hingga 10 tahun berikutnya. Iya juga ya? Revolusi industri yang menyebabkan penggunaan bahan bakar fosil dimulai abad ke – 18, baru terasa dampaknya di abad ke-19, dan dunia baru berusaha mengurangi kenaikan emisi karbon pada abad ke-20. Terlalu berlebihan jika mengharapkan pandemi Covid-19 yang hanya terjadi beberapa bulan, mampu menyelesaikan kerusakan ratusan tahun. Namun bukan berarti Allah SWT tak memiliki maksud sewaktu menurunkan pandemi Covid-19. Khususnya untuk Umat Islam. Semua kejadian tercantum dalam ayat-ayat Allah. Kitalah yang harus memaknai, mencari cara untuk beradaptasi, mendapat hikmahnya, kemudian keluar sebagai pemenang. "Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab Lauh Mahfuzh sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." al-Hadiid 22 Apa saja hikmah pandemi Covid-19 yang bisa kita petik? Manfaat dirumahsaja Diam di rumah mungkin terasa aneh, karena budaya “ayah berangkat ke kantor, ibu memasak di dapur”, masih melekat erat. Padahal banyak pakar lingkungan, diantaranya David Sutasurya, Direktur YPBB Bandung memprediksi bahwa kelak manusia terpaksa bekerja di rumah. Mengapa? Jarak kantor dan rumah sangat jauh. Perkantoran di Kota Jakarta misalnya, banyak diisii pegawai yang berdomisili di Bogor, Depok,Tangerang dan Bekasi. Sekarang mereka menggunakan KRL, namun kelak bahan bakar fosil akan langka. Sehingga KAI harus menetapkan tarif tinggi yang tidak sepadan dengan income stuck yang berulang kali pada lalu lintas jalan raya yang memaksa pemerintah meningkatkan pajak kendaraan. Akibatnya hanya orang yang kaya raya yang memiliki kendaraan. Persis seperti dulu ya? Saat pasar Indonesia belum digrojok produk otomotif. Di lain pihak, banyak perusahaan yang mulai mengurangi jumlah karyawan dan menggantinya dengan beberapa fasilitas “self service”. BCA misalnya, memperbanyak mesin setor- tarik tunai, ditambah fasilitas print – out, fasilitas ganti kartu serta beberapa fasilitas lain yang membantu nasabah mempersingkat waktu kunjungan, meniadakan antrian, namun tetap mendapat layanan prima. Masa dirumahsaja bisa dijadikan fase mempertimbangkan pekerjaan yang dapat dikerjakan dari rumah saja. Khususnya mereka yang mengerjakan jenis pekerjaan berulang’ di kantornya. Masa dirumahsaja juga meningkatkan bonding time atau kelekatan antara orang tua dan anak. Walaupun paling lama 3 bulan, sesuai perkiraan kurva pandemi covid-19, syukurilah dan nikmati karunia Allah SWT ini. Baca juga Covid 19 Bikin Kangen Pake Lipstik Perilaku Hidup Bersih Tiba-tiba dunia diributkan dengan aturan mencuci tangan yang harus dilakukan selama minimal 20 detik. Lha berbeda dengan agama lain, umat Islam malah diwajibkan selalu menjaga wudhu lho. Tidak hanya tangan, juga wajah, siku, kaki sertasemua lubang harus bersih sebelum melaksanakan sholat 5 waktu, ditambah sholat sunnah, maka nggak ada alasan umat Islam untuk hidup jorok. Sedangkan penggunaan masker bisa banget dibudayakan. Dalam tulisan saya Masker yang Pernah Jadi Polemik di Era Pandemi Covid-19, dulu bangsa Jepang terpaksa menggunakan masker. Seiring waktu, masker menjadi salah satu bagian dari trend mode, tak kurang perancang kelas dunia turut meramaikan dengan beragam design dan fungsi. Ada yang tidak mudah kena noda lisptik, hingga membuat wajah tirus. Sehingga apa salahnya memakai masker agar terhindar debu, penyebab beragam penyakit jika auto imun tubuh tidak handal? Dan saya sangat berharap, paska pandemi, mereka yang sedang batuk pilek pakai masker dong, karena berpotensi menulari orang lain. Imbauan ini juga ditujukan untuk saya. Semoga saya istiqomah memakai masker sewaktu sakit namun harus keluar rumah. Pola Hidup Sehat Sering makan mie instan dengan nasi? Saya terkaget-kaget sewaktu membaca di WA grup bahwa masih banyak ibu rumah tangga melakukannya. Ya ampun saya pikir hanya mahasiswa/i makan nasi pakai mie instan D Karena merupakan pola makan yang tidak sehat. Cobalah searching untuk mengetahui jumlah kalori termasuk karbohidrat, protein dan lainnya yang dibutuhkan untuk tinggi dan berat yang dimiliki. Tentunya disesuaikan dengan jenis kegiatan. Walau saya yakin nggak ada diantara teman-teman yang menjadi kuli panggul. Daripada kebablasan dan kesulitan mengubahnya, mulai deh mengganti dengan makan sayur, seperti sayur sop, sayur asem, serta sayur bening dengan macam isian. Kentang, wortel, daun kol dalam sayur sop, serta kacang, jagung, labu siam dalam sayur asem, akan sangat mengenyangkan. Terlebih sayur demikian mengandung banyak air/kuah. Mulailah mencoba dengan sedikit nasi, kemudian meniadakan nasi sama sekali. Awalnya akan terasa sakaw/ketagihan nasi, namun lambat laun terbiasa kok. Lebih baik menghabiskan sepanci sayur asem tanpa nasi, daripada nasi dengan lauk pauk sedikit sayur asem. Baca juga BacaJuga Langsing dan Sehat Dengan Sayur asem Kacang Merah Pola makan sehat, yaitu mengonsumsi karbohidrat, protein, sayuran serta buah-buahan dengan takaran seimbang, tentunya harus diimbangi dengan olah raga dan menghindari begadang. Rumusan yang tidak bisa diganggu gugat. Indonesia Ternyata Kaya Raya Tahukah bahwa kemiri, pala dan rempah lainnya, banyak berjatuhan di tanah di kawasan Indonesia Timur? Tidak ada yang memanen, dibiarkan begitu saja karena biaya transportasi amat mahal. Kekayaan rempah-rempah yang dimiliki Indonesia mampu membuat negara Belanda betah menjajah hingga ratusan tahun, walau kemudian berkembang, Belanda menyasar hasil perkebunan seperti karet, teh dan kopi. Di masa pandemi Covid-19, masyarakat Indonesia seperti bangun dari tidur panjang. Tepatnya setelah banyak artikel menyebut empon-empon, rempah berbentuk rimpang, yang mampu menangkis Covid-19. Sebetulnya kurang tepat jika kita mengonsumsi jus empon-empon demi terhindar virus corona. Walau empon-empon mengandung zat alami, namun jika dikonsumsi berlebihan akan merusak organ tubuh, minimal ginjal. Dipihak lain, bangsa Eropa sudah mengetahui khasiat rempah-rempah dan cara mengonsumsinya. Mereka menggunakan untuk meracik kudapan, juga untuk membuat minuman dan bumbu masakan. Maka muncullah ginger cookies/bangket jahe dan ontbijtkoek/bolu rempah/roti ganjel rel/roti gambang, camilan bangsa Belanda yang resepnya disesuaikan dengan lidah Indonesia. Paska pandemi Covid-19, bisa banget menggalakkann kuliner dengan campuran rempah-rempah. Untuk bisnis kuliner maupun konsumsi keluarga. Mumpung masyarakat sudah teredukasi, sekaligus meningkatkan perekonomian para petani. source Sebagai paragraf penutup, izinkan saya mengutip ayat suci lainnya, yaitu "Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." al-Qamar 49 Kalimat indah yang mengingatkan umat Islam untuk menghargai ciptaan Allah SWT, dan gunakan secukupnya. Jangan keblenger mentang-mentang banyak dan memiliki materi yang berlebih. Termasuk saat pandemi Covid-19, manusia diingatkan untuk menggunakan semua yang dimiliki, yang selama ini diabaikan. Namun ambil secukupnya saja.
قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلْغَيْبَ إِلَّا ٱللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ Arab-Latin Qul lā ya'lamu man fis-samāwāti wal-arḍil-gaiba illallāh, wa mā yasy'urụna ayyāna yub'aṡụnArtinya Katakanlah "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. An-Naml 64 ✵ An-Naml 66 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangPelajaran Berharga Berkaitan Surat An-Naml Ayat 65 Paragraf di atas merupakan Surat An-Naml Ayat 65 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka pelajaran berharga dari ayat ini. Tersedia beraneka penjabaran dari beragam pakar tafsir berkaitan isi surat An-Naml ayat 65, sebagiannya seperti tercantum📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia65-66. Katakanlah wahai Rasul kepada mereka, bahwa tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara-perkara ghaib yang hanya khusus diketahui oleh Allah semata. Dan mereka tidak tahu kapan akan dibangkitkan dari kubur-kubur mereka ketika Hari Kiamat datang. Bahkan ilmu mereka hanya akan menjadi sempurna di alam akhirat, lalu mereka meyakini kampung akhirat dan segala sesuatu yang terjadi disana berupa kengerian-kengerian ketika mereka menyaksikannya secara langsung, sedangkan di dunia mereka dalam keraguan terhadapnya, bahkan mata hati mereka telah buta terhadapnya.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram65. Katakan -wahai Rasul-, “Tidak ada yang mengetahui hal yang gaib, dari para Malaikat yang ada di langit maupun manusia yang ada di bumi, akan tetapi hanya Allah semata yang mengetahuinya. Dan semua yang ada di langit dan yang ada di bumi tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan untuk menerima pembalasan, kecuali Allah.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah65. Hai Rasulullah, katakanlah kepada mereka Tidak ada yang di langit dan di bumi yang mengetahui ilmu ghaib selain Allah, hanya Allah yang mengetahui detailnya. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah65. وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَdan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan Yakni mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan dari kubur.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah65. Katakanlah wahai Nabi "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib, kecuali Allah, Dia lah Yang Maha Tahu.", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan dari kubur mereka kemudian dihisab dan diberi balasan.📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahKatakanlah,“Tidak ada siapa pun di langit dan di bumi yang mengetahui sesuatu yang gaib selain Allah. Dan mereka tidak menyadari} mereka tidak mengetahui {kapan} kapan {mereka akan dibangkitkan”Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H65. Allah mengabarkan bahwasanya hanya Dia Yang esa yang mengetahui rahasia langit dan bumi, sebagaimana dijelaskan dalam FirmanNya, "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula, dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata Lohmahfuz." Al-An’Am59, dan juga seperti disebutkan dalam FirmanNya yang lain, "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Luqman34. Hal-hal yang ghaib seperti ini dan yang serupa dengannya, hanya Allah yang mengetahuinya. Ia tidak diketahui oleh seorang malaikat, yang paling dekat kepada Allah dan tidak pula oleh seorang nabi yang diutus. Jika hanya Dia semata yang mengetahui hal-hal seperti itu, dan pengetahuanNya meliputi seluruh apa yang tersembunyi, tidak Nampak dan samar, maka ibadah hanya berhak dipersembahkan kepadaNya semata. Kemudian Allah menginformasikan tentang betapa rapuhnya pengetahuan orang-orang yang mendustakan tentang akhirat, seraya beralih dari sesuatu menuju kepada sesuatu lain yang lebih dalam daripadanya, seraya berfirman, “Dan mereka tidak menyadari,” maksudnya, mereka tidak mengetahui, “kapan mereka akan dibangkitkan.” Maksudnya, kapan kebangkitan, dan kehidupan kembali dari kubur. Maka dari itu mereka tidak siap.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat An-Naml ayat 65 Kemudian katakan kepada mereka wahai Nabi Allah Tak seorangpun di antara kalian mengetahui yang ghaib di langit maupun di bumi kecuali hanyalah Allah saja, Dialah yang maha suci yang khusus memiliki pengetahuian ghaib tersebut, tidak dengan selain-Nya. Tidaklah manusia juga mengetahui kapan dibangkitkan dari kubur mereka untuk dibalas dan dihisab.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, mereka bertanya kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam tentang kapan terjadinya kiamat. Allah Subhaanahu wa Ta'aala sendiri yang mengetahui hal gaib di langit dan di bumi. Contohnya adalah seperti yang disebutkan dalam surah Luqman ayat 34, yaitu “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok, dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” Gaib seperti ini gaib mutlak tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, malaikat yang didekatkan maupun rasul tidak mengetahuinya. Jika hanya Allah yang mengetahui hal itu, yang ilmu-Nya meliputi segala rahasia dan yang tersembunyi, maka Dialah yang berhak diibadahi. Maka segala puji bagi Allah yang menjadikan kita sebagai orang-orang muslim, yang menyembah hanya kepada Allah; Tuhan yang sempurna sifat-Nya. Semoga Dia menjadikan kita istiqamah di atas Islam sampai akhir hayat, Allahumma aamin. Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang lemahnya pengetahuan orang-orang yang mendustakan itu terhadap akhirat, berpindah dari sesuatu yang sedang menjadi yang lebih jauh dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Naml Ayat 65Banyak orang beranggapan bahwa ada orang yang dapat mengetahui hal ghaib, termasuk waktu kedatangan kiamat. Katakanlah wahai nabi Muhammad, 'tidak ada sesuatu dan siapa pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak merasakan apalagi mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan dari alam barzakh. '66. Bahkan sebenarnya pengetahuan mereka, yakni kaum musyrik, tentang akhirat tidak sampai ke sana. Bahkan mereka ragu-ragu tentangnya, yaitu akhirat. Bahkan mereka adalah orang-orang yang buta tentang kebenaran itu, karena tidak mau berusaha mencari alasan-alasan yang membenarkan adanya hari akhir. Hal itu disebabkan oleh mata hati mereka yang telah dirusak oleh dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikian kumpulan penafsiran dari berbagai mufassir berkaitan kandungan dan arti surat An-Naml ayat 65 arab-latin dan artinya, moga-moga membawa manfaat untuk kita semua. Sokong syi'ar kami dengan mencantumkan hyperlink ke halaman ini atau ke halaman depan Bacaan Tersering Dicari Nikmati berbagai konten yang tersering dicari, seperti surat/ayat At-Tin, Al-Fil, Al-Baqarah 183, Inna Lillahi, Al-Bayyinah, Ali Imran 159. Ada juga Alhamdulillah, Al-Insyirah, Al-Alaq, Al-Ma’un, Yusuf 4, Al-Fath. At-TinAl-FilAl-Baqarah 183Inna LillahiAl-BayyinahAli Imran 159AlhamdulillahAl-InsyirahAl-AlaqAl-Ma’unYusuf 4Al-Fath Pencarian al imron ayat 159, al baqarah 173, al baqarah 130, al zalzalah ayat 1, surah alkahfi ayat 1-10 Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula, dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melaimkan tertulis dalam kitab yang nyata Lauh Mahfuzh. QS. 659 Top of Form Yakup Siswoyo Allah Hu Akbar,.. Ahmadz Triyudo Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan terdapat dalam kitab yang nyata Lauhul Mahfuzh. QS. 2775 Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarrahpun yang ada dilangit dan yang ada di bumi dan tidak ada pula yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata Lauh Mahfuzh”, QS. 343 Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya. Orang-orang itu akan memperoleh bahagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab Lauh Mahfuzh ……. QS. 737. Tak ada suatu negeripun yang durhaka penduduknya, melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab penduduknya dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab Lauh Mahfuzh. QS. 1758 Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari al-Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah atom di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak pula yang lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam kitab yang nyata Lauh Mahfuzh. QS. 1061 Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata Lauh Mahfuzh. QS. 3612 Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata Lauh Mahfuzh. QS. 116 Dan sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah sesudah Kami tulis dalam Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh. QS. 21105 Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab Lauhul Mahfuzh Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah. QS. 2270 Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan laki-laki dan perempuan. Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak pula melahirkan melainkan dengan pengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan sudah ditetapkan dalam Kitab Lauh Mahfuz. Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. QS. 3511 Dan sesungguhnya al-Qur’an itu dalam induk Al-Kitab Lauh Mahfuzh di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi nilainya dan amat banyak mengandung hikmah. QS. 434 sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara Lauhul Mahfuzh, QS. 5677-78 Bahkan yang didustakan mereka itu ialah al-Qur’an yang mulia, yang tersimpan dalam Lauhul Mahfuzh. QS. 8521-22 Yakup Siswoyo Maha Suci Allah Lagi Maha Berkuasa atas segala sesuatu,.. Rahmat Kurnia Ibarat penyimpan program dan data super canggih, super akurat, untuk rentang waktu dan rentang jarak tak terbatas, itulah super komputer ghaib, Lauhul Mahfuzh, milik Sang Maha Ghaib, Allah SWT. Ass wr wb Pak Ahmadz, juga Pak Yakup. Semoga Allah ridho atas apa yang kita soroti di wall Pak Ahmadz ini. Amin ya rabbal alamin. Ahmadz Triyudo Pak Rahmat Lauhul Mahfuzh adalah super komputer Allah yang terhubung keseluruh alam semesta ini, dan manusia adalah clients nya. Jadi bagaimana ada yang tersebunyi dari Allah ? Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak pula di langit. QS. 35 Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarrahpun yang ada dilangit dan yang ada di bumi dan tidak ada pula yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata Lauh Mahfuzh”, QS. 343 MAU SOK SUCI, ALLAH TAHU KOK SIAPA ORANG YANG DISUCIKANNYA. MAU SOK BENAR, ALLAH TAHU SIAPA YANG BENAR DAN YANG SALAH. MAU SOK TAHU, ALLAH TAHU SIAPA YANG DIBERI PETUNJUK DAN SIAPA YANG DISESATKANNYA. MAU SOK PINTAR, ALLAH TAHU SIAPA YANG MAU MENGAMBIL PELAJARAN DAN SIAPA YANG TIDAK. MAU SOK KUAT, ALLAH TAHU SIAPA ORANG YANG DILNDUNGINYA DAN SIAPA YANG TIDAK. TIADA ILAH YANG PATUT DIPERHAMBA KECUALI ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI YANG GHAIB MAUPUN YANG NYATA. Rahmat Kurnia Ass Pak Ahmadz FENOMENA ISRA’ MI’RAJ. Orang2 sedang berlaga sepak bola di Afrika Selatan sana, nun jauh di sana, tapi di saat yg bersamaan kita2 di sini pun bisa menyaksikannnya, sedetail mungkin. Itu adalah berkat kemajuan teknologi umat manusia yg super canggih. Nah apakah fenomena Isra’ Mi’raj yg dilalui oleh Nabi Muhammad SAW sebetulnya adalah berkat teknologi super canggih ghaib milik Allah, sehingga Nabi Muhammad hanya dalam satu malam saja waktu dunia bisa melanglang buana sampai ke alam ghaib untuk rentang waktu ghaib yg begitu panjang. Boleh jadi fisik tubuh Nabi Muhammad masih di bumi, duduk di dalam masjid, tapi ruh jiwa spiritual beliau sudah terbang melanglang buana. Begitukah Pak Ahmad
tidak ada sehelai daunpun yang gugur melainkan allah